[RETURN_TO_DATABASE]
[KNOWLEDGE_NODE_v1.0]

Search Console Kini Bisa Lacak Performa Konten Sosial dan Video Kamu di Google Search_

5 MIN_READ
ID: BLOG-SEAR
[LIVE_ARCHIVE]

Ilustrasi Search Console Platform Properties

Bayangkan Anda seorang kreator konten dengan ratusan ribu pengikut di TikTok dan Instagram, tapi tidak pernah punya website sendiri. Video-video Anda sering muncul di hasil pencarian Google—entah lewat Google Discover atau hasil pencarian video—tapi selama ini Anda benar-benar buta soal data itu. Berapa banyak orang yang menemukan Anda lewat pencarian? Kata kunci apa yang mereka ketik? Search Console, alat andalan para pemilik website, sama sekali tidak bisa membantu Anda karena Anda memang tidak punya domain untuk diverifikasi.

Pada 7 Juli 2026, Google akhirnya menutup celah itu.


Apa Itu Platform Properties?

Google memperkenalkan Platform Properties, jenis properti baru di Search Console yang dirancang khusus untuk kreator dan publisher yang kontennya tersebar di platform sosial dan video, bukan cuma di website. Lewat fitur ini, Anda bisa menghubungkan akun Instagram, TikTok, X, atau YouTube ke Search Console dan melihat bagaimana konten tersebut tampil di Google Search dan Google Discover—lengkap dengan klik, impresi, dan kata kunci pencarian yang mengantarkan orang ke postingan Anda.

Fitur ini diumumkan langsung oleh Moshe Samet, Product Manager Lead untuk Search Console, lewat blog resmi Google Search Central.

Beberapa fakta kunci:

  • Empat platform didukung sejak awal: Instagram, TikTok, X, dan YouTube.
  • Tidak perlu website sama sekali. Fitur ini secara eksplisit ditujukan untuk kreator yang selama ini tidak punya cara mengukur performa pencarian mereka karena tidak memiliki domain sendiri.
  • Cara verifikasi berbeda dari properti biasa. Alih-alih membuktikan kepemilikan domain lewat DNS atau file verifikasi, Anda cukup mengotorisasi Google untuk terhubung ke akun Anda di platform terkait.

Mengubah Aturan Lama Search Console

Selama bertahun-tahun, Search Console hanya mengenal dua jenis properti: domain penuh atau URL prefix, dan keduanya mewajibkan Anda membuktikan kepemilikan situs. Platform Properties mematahkan aturan itu.

+---------------------------------------------------------------+
|                  SEARCH CONSOLE: DULU                         |
+---------------------------------------------------------------+
|  Jenis Properti yang Didukung:                                |
|  1. Domain (butuh verifikasi DNS)                             |
|  2. URL Prefix (butuh file/tag verifikasi di situs)           |
|  -> Syarat mutlak: Anda harus punya website                   |
+---------------------------------------------------------------+
|                  SEARCH CONSOLE: SEKARANG                     |
+---------------------------------------------------------------+
|  Jenis Properti yang Didukung:                                |
|  1. Domain                                                    |
|  2. URL Prefix                                                |
|  3. Platform Property (Instagram / TikTok / X / YouTube)      |
|  -> Cukup otorisasi akun sosial Anda, tanpa domain apa pun    |
+---------------------------------------------------------------+

Cara Menyiapkan Platform Property

  1. Buka Search Console.
  2. Masuk ke halaman verifikasi, atau klik dropdown pemilih properti lalu pilih "Add property."
  3. Pilih salah satu dari empat platform yang tersedia: Instagram, TikTok, X, atau YouTube.
  4. Ikuti langkah verifikasi di layar untuk mengotorisasi koneksi akun Anda secara aman.

Perlu dicatat, peluncurannya dilakukan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan, jadi ada kemungkinan fitur ini belum muncul di akun Anda saat artikel ini dibaca.

Tiga Laporan yang Bisa Diakses

Setelah Platform Property terverifikasi, Anda mendapat akses ke tiga jenis laporan:

  • Performance report — total klik, impresi, CTR, dan posisi rata-rata, bisa difilter dan diurutkan per postingan maupun per kata kunci pencarian.
  • Insights report — gambaran tren dan postingan-postingan dengan performa terbaik.
  • Achievements — pencapaian atau milestone dari performa konten Anda dalam periode tertentu.

Bedanya dengan "Search Profiles"

Jangan tertukar dengan Search Profiles, fitur lain yang juga diluncurkan Google pada 2026. Search Profiles adalah halaman publik yang menampilkan kumpulan konten seorang kreator untuk audiensnya. Sementara itu, Platform Properties murni alat analitik privat—hanya bisa dilihat oleh pemilik akun, bukan halaman yang ditujukan untuk publik.

Kenapa Ini Penting

Selama ini, batas antara tim SEO dan tim media sosial cenderung terpisah: tim SEO mengejar apa yang dicari orang lewat riset kata kunci, sementara tim sosial mengejar apa yang sedang tren di dalam aplikasi. Dengan Platform Properties, kedua dunia itu akhirnya punya titik temu data yang sama.

Fitur ini juga melanjutkan tren Google dalam beberapa bulan terakhir yang terus memperluas cakupan Search Console—mulai dari eksperimen "social channels" pada Desember 2025 (yang saat itu mencakup YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook), hingga laporan performa Search Generative AI pada Juni 2026. Menariknya, di versi Juli ini, Facebook digantikan oleh X—sinyal soal ke mana arah penemuan konten lewat pencarian menurut Google saat ini.


Kesimpulan

Peluncuran Platform Properties menandai pergeseran besar dalam cara Search Console bekerja:

  • Tidak perlu website untuk mulai mengukur performa pencarian konten Anda.
  • Empat platform besar didukung sejak hari pertama: Instagram, TikTok, X, dan YouTube.
  • Tiga laporan lengkap—Performance, Insights, dan Achievements—memberi gambaran menyeluruh soal bagaimana konten Anda ditemukan.
  • Rollout bertahap, jadi cek berkala di property selector Search Console Anda.

Batas antara "konten media sosial" dan "aset pencarian" semakin tipis. Postingan yang Anda buat hari ini untuk sekadar engagement, bisa saja menjadi aset penemuan jangka panjang besok—dan sekarang Anda punya data resmi dari Google untuk membuktikannya.


Sumber & Bacaan Lanjutan

0 kali dilihat
Bagikan
enid